Thursday, December 1, 2016

Skincare Review: Why Indonesian Women More Trust The Traditional Way To Wash Their Feminine Area?

Skincare Review:
Why Indonesian Women 
More Trust The Traditional Way 
To Wash Their Feminine Area?
Sponsored By: Betadine Feminine Hygiene
By: @ClaraNovK


Hello Peach!
Pernah ga sih merasa ga PD dengan daerah kewanitaan-mu?
Mungkin pada daerah kewanitaan-mu terkadang tercium bau yang tidak sedap atau bahkan mengalami keputihan yang berkepanjangan.
Apalagi kalau sedang "red days", bau di daerah kewanitaanmu akan jauh lebih menyengat daripada biasanya.
Disamping itu belum lagi terjadi infeksi, keputihan, gatal, dan iritasi ringan di sekitar area kewanitaan-mu, karena daerah kewanitaan akan jauh lebih sensitive kalau kamu sedang mens.

Saat menstruasi antiseptik kewanitaan sehari – hari saja tidak cukup karena resiko infeksi meningkat, karena itu kita perlu pembersih atau sabun kewanitaan yang khusus untuk menstruasi yaitu BETADINE® FEMININE HYGIENE

BETADINE® FEMININE HYGIENE dengan kandungan zat aktif Povidone-Iodine 10% yang telah terbukti secara efektif membunuh kuman (bakteri, jamur, dan virus) penyebab keputihan, gatal, iritasi, dan bau tak sedap.

BETADINE® FEMININE HYGIENE dapat digunakan 2 kali sehari saat mandi selama menstruasi. Caranya mudah, cukup campurkan 1 tutup botol BETADINE® FEMININE HYGIENE dengan 1 Lt air dan basuhkan dari area depan ke belakang dan diamkan selama 60 detik, kemudian bilas dengan air.

So if you curious about my post,
Please keep continue reading <3
Enjoy!




Facts About Menstruation Based On Research:

1. Infection Risk Rises During Menstruation

Rather than being a means of ridding the uterus of bacteria, menstruation is likely to be the time of greatest bacterial contamination (including infection from gonorrhea and chlamydia). This occurs for two reasons.
1. When the mucus barrier in the cervix is lost during menses, the bacteria that live in the cervical canal and vagina may gain access to the uterus and upper genital tract.
2. Through observations in laparoscopy, we know that 90 percent of women with normal, unobstructed Fallopian tubes have retrograde menstruation. That is, menstrual blood and debris are flushed upward into the tubes and pelvic cavity, as well as down into the vagina. This two-directional menstrual flow provides another mechanism for bacteria to pass from the lower genital tract into the Fallopian tubes. This may explain why symptoms of upper genital tract infection often appear shortly after menstruation.

References: 
1. NY Times, Oct 6th 1993
2. DAVID A. GRIMES M.D. NANCY S. PADIAN A. EUGENE WASHINGTON, M.D. San Francisco, Sept. 27, 1993 The writers are professors in obstetrics, gynecology and reproductive sciences, University of California.

2. Poor personal hygiene is correlated with the incidence of bacterial vaginosis

Data from an Iranian study indicated that a close association exists between poor personal hygiene and bacterial vaginosis. Further, incidence of bacterial vaginosis may be affected by maintaining good personal hygiene. 1
A similarity in the patterns of risk between pre-cancerous lesions of cervix and cervical cancer has been stated. Poor personal hygiene has been recognized as one among the factors that increase the risk of pre-cancerous lesions of cervix. Personal hygiene and use of barrier contraceptive methods help in primary prevention of developing cervical lesions. 2
Another study reported that poor personal hygiene also predisposes to risk of cervical cancer. A higher risk was reported among women who never performed vaginal douching. 3
Further, the SOPHY (Study on pH and Hygiene) project also identified poor personal hygiene as a risk factor that increases the risk of vaginal symptoms. 4
In addition to preventing vaginal infections, Povidone-Iodine wash also benefits patients who experience recurrent urinary tract infections. 

References: 
1. Bahram A, Hamid B, Zohre T. Prevalence of bacterial vaginosis and impact of genital hygiene practices in non-pregnant women in Zanjan, Iran. OMJ. 2009;24:288–293. 
2. Murthy NS, Mathew A. Risk factors for pre-cancerous lesions of the cervix. Eur J Cancer Prev. 2000;9:5–14. 
3. Bayo S, Bosch FX, de Sanjose S, et al. Risk factors of invasive cervical cancer in Mali. International Journal of Epidemiology. 2002;31:202–209. 
4. Guaschino S, Benvenuti C. SOPHY Project: an observational study of vaginal pH, lifestyle and correct intimate hygiene in women of different ages and in different pathophysiological conditions. Part II. Minerva Ginecol. 2008;60:353–362. 


Here is the product:

Betadine Feminine Hygiene
Skincare


Betadine Feminine Hygiene

Product More Details:

More Details Betadine Feminine Hygiene


Swatches about this product:

Swatches Betadine Feminine Hygiene


Deskripsi Produk & Instruksi:
Deskripsi:
Brand : BETADINE
Edition: FEMININE HYGIENE 60ML
Pembersih Khusus Kewanitaan

KOMPOSISI :
Mengandung bahan aktif Providone Iodine 10%

INDIKASI :
Efektif membunuh kuman dan jamur penyebab keputihan, gatal-gatal, bau tak sedap pada daerah kewanitaan. menjaga kebersihan organ intim wanita.

CARA PAKAI :
Larutkan 1 tutup botol (8 ml) Betadine Feminine Hygine dengan setengah gayung (± 1 liter) air dan basuhkan pada organ intim kewanitaan. Diamkan selama 1 menit, bilas dengan air bersih.
* Untuk pencegahan keputihan gunakan 1 kali sehari secara rutin 2 kali seminggu.
* Untuk pengobatan keputihan gunakan 2 kali sehari selama 5 hari berturut-turut


Kelebihan?
1. Menjadi lebih keset
2. Bau-bauan tidak sedap menjadi berkurang
3. Harganya sangat bersahabat dikantong

Kekurangan?
Warna Betadine Feminine Hygiene terlalu mirip dengan obat betadine yang menyembuhkan luka.
Bau- nya pun juga sama demikian serupa dengan obat betadine untuk luka luar.
Kalau bisa warna-nya diubah lebih menjadi lebih soft seperti warna bening atau pink, disamping itu bau-nya pun di inovasi kembali supaya lebih fresh dan wangi.
Jadi-nya pemakai bisa bedain antara Betadine untuk luka luar atau untuk daerah kewanitaan.



FAQ:

1. Apakah BETADINE® Feminine Hygiene boleh digunakan setiap hari? 
Jawab: 
Pembersih kewanitaan sebaiknya digunakan pada saat diperlukan saja seperti saat menstruasi atau ada keluhan lain seperti keputihan, gatal, iritasi dan bau tak sedap

2. Kapan sebaiknya menggunakan BETADINE® Feminine Hygiene? 
Jawab: 
Saat resiko infeksi meningkat seperti menstruasi, keputihan, gatal, iritasi, bau tak sedap, setelah waxing, travelling outdoor, berenang di tempat umum, olah raga, memakai celana ketat

3. Apakah aman menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung pewangi / pemutih? 
Jawab: 
Tambahan Bahan seperti pewangi / pemutih dapat merusak pH alami area kewanitaan, jika pH alami berubah jumlah bakteri jahat berkembang lebih banyak 

4. Dokter bilang saya tidak boleh menggunakan pembersih kewanitaan? 
Jawab: 
Pembersih kewanitaan yang tidak boleh adalah produk pembersih kewanitaan yang digunakan setiap hari karena dapat merusak flora normal. Pembersih kewanitaan sebaiknya gunakan saat menstruasi / diperlukan saja. 

5. Apa bedanya Betadine dengan pembersih kewanitaan lain? 
Jawab: 

BETADINE mengandung povidone iodine yang sudah dipercaya di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun, povidone iodine adalah zat anti mikroba yang secara efektif terbukti dapat membunuh bakterim, virus dan jamur. 


Berapa Harga Dari Betadine Feminine Hygiene?
Harga-nya untuk per botol Betadine Feminine Hygiene 60 ml kamu bisa mendapatkannya hanya
RP. 29.500,-

Dimana Kamu Bisa Mendapatkan Betadine Feminine Hygiene?
Kamu bisa menemukannya di toko-toko supermarket kesayangan anda.
Indomart, Alfamart, Apotek dekat rumah, Carefour, dan Hypermart.


So what do you think?
Drop some comments on my post below..
Let me know about your very honest opinion..
:)

Thank you for reading my blog!
and good luck everyone ..
love/lief/tresno,





Clara xxx

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...