Thursday, February 20, 2014

"The more i understand about Human, makes me realize we lost our Humanity" by: Maria Clara N. K.

"The more i understand about Human, makes me realize we lost our Humanity"
(semakin saya mengerti mengenai manusia, 
semakin saya sadar bahwa kita kehilangan 
nilai-nilai kemanusiaan kita sendiri)
by: Maria Clara N.K.


    saya adalah seorang mahasiswa Psikologi tingkat akhir disuatu perguruan tinggi swasta di kawasan Jakarta Barat. teman-teman akrab menyapa saya dengan panggilan Maria atau Clara juga boleh. setiap harinya saya pergi ke tempat kuliah menggunakan kendaraan umum. dengan penghasilan keluarga saya yang tidak seberapa, tampaknya kendaraan umum menjadi pilihan paling pas untuk saya pergi beraktivitas.
     menaiki kendaraan umum juga bukan merupakan ide yang buruk juga. karena melihat perkembangan dan usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kendaraan umum sudah semakin baik. sehingga, fasilitas yang ada di kendaraan-kendaraan umum pun sudah semakin bagus dan nyaman.
      kendaraan umum yang paling sering saya gunakan adalah Ojek. terkadang ada beberapa supir atau tukang ojek yang dalam tanda kutip "berusaha ramah" dengan pelanggannya. tetapi jadi kelihatannya SKSD (sok kenal dan sok dekat). saya maklumi saja lah hal-hal seperti itu, jadi saya tidak terlalu ambil pusing menanggapinya.
       suatu hari ada seorang tukang ojek yang mengajak saya berbicara ketika dalam perjalanan pulang kerumah saya. "wah jarang ketemu ya neng kita.. masih kuliah atau sudah kerja sih?". dalam hati saya berkata mau tau aja lu bang.. kepo deh haha..
     singkat cerita adalah tukang ojek tersebut menasehati saya untuk kuliah yang pintar agar menjadi orang sukses. walaupun beliau hanya berprofesi menjadi tukang ojek tetapi dia masih ada niatan untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. dia berkata bahwa walaupun ayahnya tukang ojek, yang penting anaknya jangan sama seperti dirinya. yang kadang kali berpenghasilan tidak menentu. kalau sedang rame ya penghasilannya banyak. kalau sedang sepi ya penghasilan sedikit.
    pendapatan tukang ojek tentu tidak menentu, tergantung seberapa banyak tukang ojek itu dapat "menarik" pelanggan menuju tempat tujuan pada hari tersebut. memang sih, pendapatan yang dihasilkan harian. tetapi, saat sedang tanggal merah atau hari libur, tentu itu akan berdampak dengan penghasilan dari tukang ojek. apalagi mengingat jumlah tukang ojek yang tidak sedikit. seperti contohnya saja di halte jembatan baru, tukang ojek yang berjejer disekitar jembatan saja bisa mencapai 25-35 orang perhari. jadi, terkadang harus antri atau juga berebutan untuk mendapatkan penumpang.
      kalau datangnya hari raya bagi orang-orang yang bekerja di kantor, pasti adalah sesuatu hal yang menyenangkan. sebab THR yang ditunggu-tunggu waktunya tiba juga. tetapi buat tukang ojek, mereka tidak mengenal atau pernah menerima yang namanya uang THR. siapa yang mau ngasih? boro-boro dikasih, cari duit buat makan aja harus berebutan dengan orang banyak.
       dan masih banyak kejadian-kejadian lainnya yang menarik untuk diketahui oleh rakyat banyak. dikala masih banyak orang miskin yang berebutan nasi, masih ada juga yang masih memiliki kepentingan pribadi untuk memperkaya diri sendiri  di kalangan elite politik.
     kebutuhan yang harus dipenuhi pun semakin beragam jenisnya apalagi tinggal di daerah ibu kota (kota metropolitan), dari mulai kebutuhan makan, sewa rumah, dan sekolah yang memerlukan dana tidak sedikit. orang-orang yang sudah mendapatkan pekerjaan layak saja terkadang masih kurang untuk membayar kebutuhan ini dan itu, apalagi rakyat kalangan bawah seperti tukang ojek tersebut.
     apa-apa harga semakin mahal. sekolah dan kesehatan pun juga seharusnya menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk segera diatasi. zaman semakin edan, dimana zaman sekarang adalah duit yang berbicara. bukankah dengan pemerintah bisa merealisasikan program sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu, secara tidak langsung juga menambah investasi negara dengan memiliki anak-anak penerus bangsa dengan kualitas yang baik.
     hidup ini terkadang memang lucu, ada orang yang sampai mati-matian keluar keringat untuk mencari uang tetapi terus saja berkekurangan. tetapi ada orang yang cuman ongkang-ongkang kaki, selalu bisa memenuhi apa yang mereka mau. itu juga kadang yang sering dikeluhkan oleh tukang-tukang ojek di daerah jembatan baru. membuat kecemburuan sosial yang tinggi, sehingga tidak menutup kemungkinan meningkatkan jumlah kejahatan di daerah ibu kota.
     karena perut kosong yang harus segera di isi, membuat otak tidak bisa bekerja dengan baik. sehingga banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan duit cepat. yaitu dengan mencuri, menjambret dan segala macam bentuk kriminalitas yang merugikan orang lain. karena sekarang mencuri bukanlah sekedar profesi tetapi sudah menjadi kebutuhan. 
     apalagi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dalam kurung berartian mampu memenuhi segala kebutuhan walaupun nge-pas, minimal dibutuhkan syarat pendidikan SMA adapun juga yang minimal S1. walaupun sudah punya skill yang baik dan berdedikasi tinggi tetapi cuman lulusan sekedar ijazah SMP atau SMA, tetap saja kalah dengan orang yang mempunyai gelar S1.
      alangkah lebih baik jika pemerintah bisa memerhatikan kembali kebutuhan masyarakat menengah kebawah tentang program sekolah gratis untuk masyarakat yang tidak mampu. sehingga, untuk kedepannya masyarakat warga jakarta memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan cukup. sehingga diharapkan bisa berkurangnya kecemburuan sosial yang terjadi dimasyarakat.
       
     
Tulisan ini didedikasikan untuk segenap masyarakat Jakarta dan Vera Febyanthy

Kalau seandainya sempat, monggo bisa melihat social media saya yang lainnya di:

Follow me on Twitter:


Youtube Channel:


Follow me at Instagram:

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...